SILAHKAN SCROLL KEBAWAH UNTUK MELIHAT YANG LAINNYA
Yang dulu pernah dikecewakan karena kepercayaannya dibalas pengkhianatan, wajar jika sekarang lebih selektif memilih pasangan
Bermimpilah akan sesuatu dan jadikanlah mimpimu itu kenyataan, sesungguhnya tak akan ada dunia ini jika tak ada yang bermimpi
Harapan yang pernah kamu gantung tinggi-tinggi, kelak akan mampu kamu raih jika sabar menunggu tanpa pamrih.
Jiwa yg kuat tidak akan melemah jika ia disakiti. Karena ia tahu, setiap kesakitan adalah poses mambangun kekuatan...
Sifatmu yang jadikan kita selalu bersama, meski pernah ada masa-masa tak seirama
Tidak akan keadilan bisa ditegakkan selama kita masih acuh terhadap hukum yang ada dan mementingkan kepentingan pribadi
Keberhasilan yang paling indah adalah mencapai yang tadinya diragukan oleh orang lain.
Melupakanmu memang tidaklah sulit, tetapi melupakan kenanganmu yang sangat sulit.
Senja Jingga bertengger di kaca jendela. Aku duduk termenung terpesona akan rona warna, Aku lihat bayangmu di kaca memanggil lembut tanpa kata
Janganlah terlalu lama bersemayam di hatiku, Karena itu akan menyakitiku. Ku tidak bisa terlalu lama memendam rasa ini. Karena Aku tak mau bermimpi terlalu lama. Mimpi yang tidak mungkin bisa tercapai
Aku merasa betapa beratnya melewati hari ini,
Tubuhku rasanya begitu lemah, Aku menyadari ini bukan karena kesehatanku, Namun karena ketiadaanmu di sisiku yang membuatku seperti ini,
Cintaku dan cintanya Tertulis hanya dalam sebuah cerita dan Bukanlah pengukuhan dalam satu ikatan.
Berjalan sendiri namun hati saling memiliki. Kulepaskan dia dan Semoga cintaku akan selalu menjaganya.
Bahagia adalah bagaimana kamu mensyukuri hidup, bukan bagaimana kamu mendapatkan semua yg kamu inginkan
Doa akan terjawab seiring berjalannya waktu.
Terkadang apa yang kita inginkan tak sesuai dengan apa yang kita harapkan, sabar..
Hidup sendiri bkn berarti tdk mengerti tentang perasaan. Justru itu lebih bijaksana daripada hidup dgn orang yg salah
Jangan pernah menyerah untuk sesuatu yang tulus
Terkadang kita diberikan rasa kesepian yang mendalam, agar kita lebih menghargai indahnya kebersamaan
Semoga kita masih tetap bisa tersenyum bahagia dengan hal-hal yang sederhana
Aku percaya, sesudah kesulitan pasti ada kemudahan
Kadang yang kamu butuhkan bukan mereka yang slalu ada untukmu, tapi mereka yang bisa mengerti dan peduli akan keadaanmu hatimu
Sanggupkah kiranya angin membawa pesan rinduku ini padamu?
Pernah kenal sama kamu aja itu udah bikin aku seneng
Kesempurnaan adalah ketika kita menyadari apa kekurangan kita yg sesungguhnya
Cinta memang perlu pengorbanan, tapi harus tepat dengan siapa dan apa yang kamu korbankan
Sakitnya udah biasa, bahkan aku tak takut lagi sakit jika itu olehmu.
Enak jadi kamu, di cintai tanpa harus mencintai. Bahagia tanpa harus merasakan luka seperti ini.
Ketika aku mulai bisa terbiasa tanpa ada dirimu disini, kenapa kau datang lagi hanya untuk menggoreskan luka yang sama.
Semua kini tinggal kepingan, tak ada yang utuh lagi saat pertama bertemu denganmu.
Jika harus kehilanganmu, mungkin yg akan ku alami adalah lebih dari sekedar frustasi.
Aku tak ingin ada cinta lain di hatimu, kembali lah dalam pelukan ku. Kembalilah ke masa indah kita dulu.
Lupakanlah, karena tak mungkin lagi kita akan bersama seperti dahulu.
Cinta tak harus menerima, dia hanya harus memberi.
Aku selalu tersenyum saat tebayang wajahmu, kau sempurnakan hariku.
Aku lebih suka kamu berkata jujur dari pada membohongi perasaanmu, jangan paksakan hubungan yang sudah tak ada rasa sayang lagi.
Keindahan dirimu membuat ku semakin tergila-gila, meski pun kau telah menjadi kekasihnya aku tak peduli.
Selalu ada rindu yang disimpan sendiri.
jangan curangi lagi aku, aku sudah terlalu sakit karena mu.
Sulit memang menghapus masalalu tentang mu, tapi aku percaya aku bisa.
Jangan kembali jika hanya membuat hati yang semakin sakit karena mu.
Kau mengerti apa yang aku mau. Hanya dirimu.
Suatu hari nanti, aku hanya ingin kau tahu, aku lelaki yang terlalu lama diam dalam ketakutanku untuk mengatakan rasa padamu.
Rasa sesal memang kadang meresahkan hati, termasuk rasa sela saat aku mengenalmu hingga kini kau tinggalkan aku.
Asmara, rindu, kenangan, benci, patah hati, kamu. Semua akan ku kubur dalam-dalam. Ini hari baru, aku akan memulainya dengan bahagia.
Hai langit malam, kau terlihat indah saat percikan kembang api yang sesekali mewarnai gelapnya malam ini. Aku rindu malam saat bersamamu.
Hai calon masa depan ku dimanapun kau berada. Jaga dirimu baik-baik.
Aku gak akan kemana-mana, aku akan tetap disini, sampai akhirnya kau menyerah dan kembali padaku, lagi.
Tetap ku sadari kau yang terindah dalam hidupku.
Masih disini tanpamu.
Masih saja aku belum menyadari dengan sepenuh hati, begitu cepatnya waktu berlalu saat kau pergi.
Aku hanya ingin setia dengan keadaan ku yang sekarang, keadaan yang kadang aku sendiri tak mengerti.
Dengan mu aku menjadi lebih sempurna
Pagi kamu, kamu yang selalu aku bayangkan saat pertama kali bangun dari tidur
Dalam diam, selalu saja namamu yang aku dengar dalam hembusan nafas ini. Kau begitu berarti dalam diriku
Kini yang aku tau aku merindukanmu. Dan ketika rindu ini datang, aku tak sanggup untuk menahannya. Aku mencintaimu lebih dari yang kamu tau.
Ada rasa yang masih tersisa untukmu disini. Dan ku pastikan semua hanya untukmu
———————-
Rindu itu sungai api,
mengalir di nadi-nadi,
menyala di sepi-sepi.
———————-
Ketika kau menutup pintu,
aku masih bisa membuka seribu jendela,
untuk mencintaimu.
———————-
Dengan apa lagi aku harus mengenangmu. Puisi sudah basi.
Kata-kata pucat pasi. Ini sepenuhnya cinta yg sakit.
———————-
Suatu hari akan kautemukan aku sebagai uap dlm cangkir kopimu;
segala yang sementara, yang cepat raib begitu saja.
———————-
Aku ingin sore yang hangat;
dengan secangkir teh, selembar puisi,
dan sekelebat ingatan tentangmu.
———————-
Suatu siang yg hujan, ia menatap sekeliling ruangan,
dan mendapati ribuan penyair tertidur dlm matanya sendiri
———————-
di laut, kenangan bergelombang begitu besar.
di tepi pantai, aku menahan hempasan dgn sabar.
———————-
Bila bertemu, sisakan untukku satu pelukan panjang.
Sebelum perpisahan mengulurkan tangan: mengajak kita pulang.
———————-
Telah kulihat di akanan itu:
harapan adalah diri sendiri;
kebencian itu orang lain;
dan cinta adalah kita.
———————-
Mimpi sudah pamit pergi.
Ia meninggalkan jaket kesayangannya di kamar tidurku.
Jaketnya terbuat dari pagi dan kamu.
———————-
Ada kata yg kita selalu lupa,
di bait mana cinta menghapus dirinya dari sajak sepasang kekasih yg masih ingin bahagia.
———————-
sebagai yang tak lagi memilih,
kini aku kursi, berdiri tabah pun kesedihan bertahta.
———————-
Ia menghadiahkanku sepasang mata,
yang sudah ribuan kali menangis,
tapi tak pernah sekalipun berpaling.
———————-
sesuatu yg ditumbuhkan ranting-ranting itu, bukan daun.
tapi pelukan, untuk seterusnya kau bernaung
———————-
dengan menjadi danau, kesunyian kini tahu.
yang diterangi bulan, akan memantulkan kesedihanku sendiri
———————-
Kita akan saling merindukan setelah ini,
tapi tak lagi bisa merapatkan pelukan
———————-
Kita sepasang kenangan dlm sebuah dongeng yg keluar dari cerita
dan memandang halaman berikutnya dengan penuh air mata
———————-
Tak ada cinta yg lebih kejam,
selain cinta yg menolak kemiskinan.
Di rumah sakit ini, akulah pasien paling sedih.
———————-
Hujan deras, kataku.
Namun kamu hanya tersenyum, mengembangkan payung.
———————-
Memandang cakrawala aku bertanya:
adakah yg lebih senja dari basah airmata..
———————-
Setelah airmata terjatuh pelan-pelan,
kemana lagi kepedihan akan kau simpan?
———————-
Jika airmata tak mampu lagi mendoakan luka-luka,
sebaiknya aku pergi mencari kesunyian;
sorga yg dijanjikan kenangan
———————-
Cinta ialah semesta airmata yg terpilih,
dan luka tak pernah memilih
———————-
Mungkin, seperti inilah takdir penyair;
engkau menoreh luka, dan aku menulis sajaknya
———————-
di menara masjid paling tinggi,
kuikhlaskan airmatamu pergi
———————-
Ketabahan ialah mencintaimu dalam keheningan,
merindukanmu dalam kesunyian,
dan mendoakanmu dalam kesepian
ada yang berguguran di matamu, duka!
———————-
mencintaimu adalah kehidupan,
meninggalkanmu adalah kelahiran
———————-
Mungkin, seperti inilah cinta merawat puisi;
dengan terus melukai dan menghadirkan rasa nyeri, berulang kali
———————-
Airmatamu, perpustakaan duka yang tak pernah selesai aku baca
———————-
Bahkan cinta pun terkadang lupa,
bahwa kita hanyalah dua keterasingan yang tak kenal keramaian luka
———————-
Aku mencintai luka, guru terbaik mengenal bahagia.
Aku mencintai kamu, guru terbaik untuk keakuanku
———————-