puisi perpisahan sahabat

SILAHKAN SCROLL KEBAWAH UNTUK MELIHAT YANG LAINNYA


Aku sangat merindukanmu
Puisi perpisahan sahabat karya: Rayhandi

Aku sangat merindukanmu....
Rinduku ini begitu besar 
Menahannya sudah tiada kuat hatiku
Hatiku sudah terlalu remuk.

Aku sangat merindukanmu....
Wahai sahabatku disana 
Apakah engkau juga merindukanmu
Sama seperti aku merindukanmu.

Aku sangat merindukanmu....
Saat saat bersama denganmu dulu selalu kurindukan
Meski setiap rindu itu harus kubayar dengan sengsara.

Aku sangat merindukanmu....
Fotomu selalu menjadi pelampiasan rindu
Iya, foto hitam putih itu kujadikan pengganti dirimu.

Aku sangat merindukanmu....
Tuhan jagalah dia di sana
Ingatkanlah ia bahwa di sini ada orang yang merindukannya dengan darah.


Jangan pernah lupakan aku
Puisi perpisahan sahabat karya: Rayhandi

Kubuka mataku dari hitamnya tidur
Kulihat cahaya itu menguak dara mataku
Memaksaku menatap warna
Bisa kulihat dengan warna biru di buta mata.

Teringat akanku tentangmu sahabat
Apa kabar di kau?
Lama sudah kita tiada berukhuwah
Putus bagai cincang.

Kuharap di sana engkau tiada melupakan aku


Teman Bagai Bintang
Puisi perpisahan sahabat karya: Rayhandi

Sahabat kau bagai bintang di hitam langit
Kau selalu ada meski aku tiada melihatmu
Kau ada tepatnya di daging ini
Daging merah bernama hati.

Kau jauh di sana
Terhalang jarak dan jutaan jengkal jarak
Tiada bisa kulihat selain rindu yang tebal
Kau jauh bagai bintang.

Cahayamu bisa kulihat
Bukan dengan mata 
Tapi dengan rindu yang sekarat
Kutatap ia dengan gelap hitam.

Kau tiada bisa kugapai
Karena takdir membekukan nyata
Kenyataan bahwa kita tiada akan bersama
Hanya bisa menatapmu jauh.

Sahabat tiada peduli seberapa jauh kita
Aku disini engkau disana
Saling memanggil dengan rindu
Mendoa dalam diam.



 Perjalanan


Sahabat..
Kita pernah menapaki jalan terjal
Bahkan jika harus tersandung dan jatuh
Kita pernah menyingkirkan duri-duri yang merintangi
Semua itu telah kita lalui bersama

Jalan hidup kita mungkin berbeda
Namun engkau tetaplah sahabat terbaik ku
Dan sekarang perpisahan jua lah yang akan memisahkan

Hanya do’a dan peluk hangatku untukmu
Yang bisa aku berikan mungkin untuk yang terakhir
Tapi.. Percayalah..
Semoga Allah mempertemukan kita
Untuk esok yang lebih bahagia

Aku akan terus merindukanmu
Masihkah kau ingat saat kita menanam pohon bersama
Di pelataran rumahku..
Saat-saat itulah aku benar-benar menemukanmu
Bahwa kaulah separuh dari masa kecilku

Hanya lewat puisi ini aku bisa ucapkan terima kasih
Terima kasih untuk semua kebaikan dan ketulusanmu
Aku akan selalu mengingatnya meski waktu akan berbeda
Semoga engkau selalu dalam lindungan-Nya

Mutiara Kebersamaan


Sahabat, kehidupan ini tak lain adalah hamparan samudera luas
Kita renangi dan kita selami kedalamannya
Untuk mencari tiram di dasarnya, dan kita petik mutiaranya
Bahwa selalu ada yang bermakna pada setiap kehadiran dan pertemuan
Dengan bahtera tulus kebersamaan kita berlayar
Untuk saling menjaga dan saling percaya
Dan saat ini.. Saat dimana kita harus lalui waktu
Waktu dimana kita harus mulai maju
Maju untuk sesuatu harapan baru
Mungkin saat ini kita akan berpisah
Namun semua itu hanyalah sementara
Karena aku akan kembali dan harus kembali
Bukan untuk sekedar mengenang dan melihat
Puing-puing masa lalu bersama mu
Namun karena di sini lah tanah kelahiranku
Dimana ada engkau dan orang-orang terdekatku