contoh puisi bermajas

SILAHKAN SCROLL KEBAWAH UNTUK MELIHAT YANG LAINNYA



AMBISI


Beribu bintang terbang di langit
Satu cahaya nampak menerpa
Tak peduli diujung pulau
Bersikukuh menyambut terang
Sadarkah hidup itu berjuang
Senyuman tak akan abadi
Pilu melanda hati ternoda
Jauh melangkah ke gerbang pintu

Tanpa kenal kata “tidak”
Hati menuntut terus “maju”
Seolah tujuan telah tercapai
Coba bertahan diakhir waktu

Caci tawa licik di sekelilingku
Sakit memang.....
Namun aku bertahan
Demi menggapai apa yang kuinginkan





Flashback
Karya : Ricdal Ayu Cita Graha

Bagaikan bulan dan bintang
Menyongsong terangnya jiwa malam
Walau jauh dari senyuman
Tetap yakin melangkah maju

Sikap diri makin melonjak
Membentuk bekas tak terhapus
Teringat masa lalu seindah cinta
Terjerumus oleh nafsu semata

Tak bersisa menggempur jua
Mengingat nafas masih berjalan
Putus asa bukan solusi
Manusia hidup dengan perjuangan



Pancorama Hidup

Matahari bersinar terang
Rembulan memancar cahaya
Sadarkah waktu tak terulang
Jangan kau buat hati kecewa

Menyusuri arus sungai deras
Terpana kaku melihat rona
Mencoba hantam rasa malas
Naungan cinta terpidana

Kapan lagi harus berbuat
Kesempatan tak selalu ada
Hati selalu berusaha kuat
Menantang maut mengelus dada



This Life From Your Choose

Tujuan awal menjadi tujuan akhir
Melangkah maju menuju rintangan
Melewati lembah kehidupan
Menenteng lembaran penuh warna

Tak jua membayang indigo
Raih hasil dari usaha
Menjadi pilihan tiap insan
Tentukan tujuan masing masing

Yang terbaik akan bertahan
Yang buruk harus berusaha
Tak ada masalah
Bersaing untuk kecerahan

Jawaban akan datang
Usai peluh dalam tanya
Optimisme membuahkan senyum
Manis hidup dalam perjuangan





Mungkin?

Kertas putih penuh coretan
Menuai kisah dibalik cerita
Tetesan embun seakan mengerti
Jalan hidup memang begini

Alunan suara musik mengiringi
Kegundahan hati yang tak tentu
Laksana guru tak punya murid
Tanyakan hal yang tak punya jawaban

Bimbang gelisah resah tertanam
Fikiran jauh melayang
Melintasi bayangan hidup
Tak terfokus pada tujuan



Mendung 

Bagai kabut hitam di langit
Dijemput jutaan berlian yang jatuh
Resah dirasa menggugah makna
Lelapkan suasana tertekam

Melampaui samudra terluas
Mendaki pengunungan terpanjang
Tak kunjung tercapai
Apa yang menjadi tujuan 

Meraih sebuah titik yang terbatas
Kenyamanan hanya bayangan
Lupa akan maksud diri
Menjulang ke ujung dunia

Tatap cahaya suci
Berharap teraih titik itu
Namun perih laksana datang
Tak tertahan terhembus angin