puisi cinta sejati

SILAHKAN SCROLL KEBAWAH UNTUK MELIHAT YANG LAINNYA


          puisi cinta jarak jauh 

Tak ingin kujanjikan kebahagiaan
Karena aku takut kau kecewa
Aku hanya ingin kau merasakan
Kebahagiaan bersamaku itu nyata

Aku tahu dalam setiap lamunanku
Kita berpisah oleh jarak ruang dan waktu
Merambat dalam setiap pikiran
Memecahkan semua kegundahan di jiwa

Hanya sebuah kepastian dan kepercayaan
Hanya sebuah kerinduan dan keinginan
Kesetiaan yang selalu aku tancapkan
Kini menjadi sebuah keyakinan

Kita terhalang oleh sebuah waktu
Tapi kita kan selalu menunggu sampai menyatu
Aku dan kamu dalam jarak yang tak menentu
Tapi cinta ini akan selalu untukmu

Walau saat ini jarak memisahkan kita
Aku tetap berharap kamu akan selalu setia
Cinta ini, rasa ini dan rindu ini akan selalu kujaga
Demi cinta kita berdua

Aku menunggumu sampai akhir usiaku



================================================

PUISI CINTA SEJATI

Tak Pernah Ku sadari


Hari itu mentari berhenti bersinar
Bunga layu seakan air sudah lenyap dari bumi pertiwi
Darahku tak bisa mengalir, Jantungku berhenti berdetak
Mengapa engkau pergi begitu saja?

Engkau berjanji akan slalu ada di sampingku
Engkau pula yang tak ada saatku butuhkan
Seperti awan hitam mengikuti keberadaanku, Sang surya menjauhi bayanganku
Bagaimanaku lampiaskan kekecewaan ini?

Tak pernah ku sadari engkaulah belahan jiwaku
Jejak kakimu hilang sudah
Tak meninggalkan tanda sedikitpun dalam hatiku yang hampa
Sekejab semua musnah seiring hanyut jejak-jejakmu

Andai ku dapat memutar waktu
Atau sekedar melihat senyum manismu yang menghiasi hariku
Atau hanya memperhatikan hal kecil yang kulakukan
Andai ku sadari engkaulah cinta sejatiku


===========================================

Cintaku padamu


Cintaku padamu bukanlah tulisan diatas pasir…
Yang dengan mudahnya tersapu ombak dibibir pantai…
Serta menghilang tanpa sisakan bekas…
Kemudian kutuliskan lagi…

Cintaku padamu bukan tulisan diatas kaca…
Yang pabila terhapus tak meninggalkan jejak…
Namun kutuliskan dilangit-langit hatiku…
Dengan tinta do’a dan harapan…

Cintaku padamu bukanlah bualan sesaat…
Yang pabila bosan menerjang hatiku…
Dapat tergantikan semauku…
Karena cintaku bukanlah cinta main-main…

Cintaku padamu bukanlah cinta yang biasa…
Yang pabila dihantam badai amarah…
Dengan mudahnya hancur tak bersisa…
Karena cintaku berasal dari TUHANku…