puisi kesendirian



SILAHKAN SCROLL KEBAWAH UNTUK MELIHAT YANG LAINNYA



Aku dan Kamu 

terombang-ambing di antara logika dan fantasi
sampai kapankah aku akan di perangkap dalam dunia monokrom ini?

Menatap kamu yang jauh tertidur
saat aku semakin jatuh terkubur
dalam permainan kanak-kanak,aku melihat mu tersenyum
sebegitu menyenangkan nya kah dunia mu?

Aku yang berlumuran darah
Aku yang buta akan cahaya
Aku yang kotor dalam kolam dosa
apa yang harus aku lakukan?
Apa yang harus aku perbuat?




Hanyut Dalam Jiwa 


Memandang jauh keluar jendela
Pikiran menerawang di dalam lautan pertanyaan
Hanyut dalam imajinasi dan mengabaikan sekitar
Tak ada yang kuhiraukan selain diriku sendiri
Begitu pula dengan mereka
Tak sedikitpun mereka menghiraukanku
Karena aku berbeda
Hanya karena sedikit perbedaan mereka mengabaikanku
Hanya karena sedikit perbedaan mereka tak peduli padaku
Biarlah saja aku hanyut dalam khayalku
Untuk menepis kesepian ini


Kesunyian 


Terdengar jeritan suara dari
dalam hati
Begitu pilu mengusik keheningan
malam
Bibir tak mampu lagi berucap
seolah menyerah pada takdir
Bersandar pada dinding penuh debu
seakan tak mampu lagi berdiri
suara tetesan air mata jatuh kelantai
Mengisi hari dalam bayang kesunyian..
Rasa tak mampu lagi melukiskan..
Cinta tak lagi bisa menguatkan..
berharap ada secercah cahaya
cahaya yang mendatangkan pelangi
ingin warna-warni itu meramaikan hati ini
memecah kesunyian pada diri



Seorang Diri 

Hadirlah wahai siang
Karena pagi dan malam aku kedinginan
Tiada kehangatan
Begitu pula dengan hati
Terasa kosong tanpa suara
Sendiri menikam
Ketika badai menerpa
Aku hadapi dan nikmati
Walau perih dihati
Tuhan berikan keriangan
Atas alur hidupku
Biarkan aku bahagia
Walau hanya seorangku saja



Sepi 

Yah, aku memang terbiasa sendiri, ditengah keramaian ku pun merasa sepi, ditengah derai tawaku pun merasa sendiri
Karena ku tau, tak ada yg paham dengan sepi yg bergayut denganku dulu, kini dan nanti
Sepi ini begitu nikmat
Aku bisa menangis tertawa sendiri tanpa ada yg mengetahui
Karena begitu banyak tanya dariku yg tak jua terjawab
Begitu banyak lukaku yg kian tak terobati
Begitu banyak pengorbananku yg tiada berarti
Pahamlah aku pada sepi ini
Karena diri adalah sahabat sejati