puisi pendek untuk ibu

SILAHKAN SCROLL KEBAWAH UNTUK MELIHAT YANG LAINNYA

Khilafku padamu Ibu-

Berbagai macam rasa kesalku hadir
karena larangan darimu

amarahku menggebu-gebu
dibuai bisikan-bisikan busuk yang ku izinkan masuk dalam otak
mendorong dan menaklukkan dinding emosiku

tidak kupandang wajahmu ketika itu...
aku lontarkan kata dan sumpah serapah

Aku tantang matamu yang sayu
menyalahkan dirimu...

Kau hanya diam dan terpaku Ibu..
sabar, walau hatimu perih
bagai diserang sejuta belati menusuk hati
sampai aku puas dan lelah.

Engkau hanya tersenyum lalu beranjak pergi

Ibu.... aku terhenyak dan sadar dari sikap busuk..
bahwa tiada pantas sedikit pun aku berbuat seperti itu.
Celakalah bagiku. Maafkan aku Ibu.. Marahi aku Ibu..

Aku mencintaimu Ibu...
----

--Terimakasih Ibu--

Ibu...
Kau sinari pagi aku dengan senyumanmu
Kau sinari siang aku dengan doamu
Kau sinari malam aku dengan pelukanmu
Kau sinari hidup aku dengan cintamu

Kadang aku merasa tak pantas untuk dapatkan ketulusanmu
Selalu kekesalan dan desahan amarahku...yang kau terima dariku

Tiada yang dapat aku berikan padamu ibuku...
Meski ku berikan cinta...dan kasihku untukmu
Tapi...itu semua tidaklah cukup untuk membalas kasih dan ketulusanmu padaku

Karena cinta...kasih...dan ketulusanmu
Bagai jalan yang tak berujung

Meski kau tiada lagi tampak
Kasihmu tiada pernah berakhir
Hingga akhir hayat hidupku

Terimakasih IBU aku mencintaimu selalu..
--------------------------
     Jasa Tak Terlupkan


    Ibu...
    kau membingbingku selama satu tahun
    kau begitu baik padakuwaluapun aku sukamarah-marah

    Ibu....
    kau begitu ceria dan rajin dari pada guru yang lain
    ibu...
    kau yang pintar,baik,ramah,cantik,dan sopan

    Ibu...
    kalau aku membuat salah tolong maafkan aku
    karena aku cuma kesal karna aku selalu diejek

    Ibu...
    kalau aku lagi sedih kau menghibur aku
    kalau aku lagi kesal kau menghiburku

    Ibu...
    terimakasih atas jasa-jasamu jika aku
    masih sempat bertemu dengan ibu

aku sangat ingin memeluk ibu


    TAK TERGANTI
    Puisi Nurhalimah Lubis


    Ketika kupandang lekat pada sudut matamu
    Tersimpan derita yang begitu mendalam
    Aku tahu disana banyak tersimpan air mata untuk kami anakmu

    Air mata yang telah kami lakukan
    Ibu
    Kamu selalu berharap kami anakmu yang kan jadi nomor satu
    Namun sering kali kami melawan dan melalaikan perintahmu

    Kami selalu membuatmu bersedih
    Mulai sekarang aku bertekad untuk menghapusair matamu...
    dan menggantinya dengan canda dan tawa

    Terima kasih Ibu
    Kau takkan pernah tergantikan di dalam hati kami anakmu

     Terima Kasih Ibu
    puisi untuk ibu karya: Rayhandi

    Terima kasih ibu
    Berkatmu aku ada
    Bisa melihat warna warna dunia
    Bukan hitam putih.

    Terima kasih ibu
    Berkatmu aku menjadi jasad
    Bisa berjalan kemana kaki ingin pergi
    Hingga patah lelah.

    Terima kasih ibu
    Berkatmu aku besar
    Dewasa dan bijak
    Didikanmu sudah mengubahku.

    Terima kasih ibu
    Berkatmu aku memiliki keluarga
    Memiliki ayah dan adik adik
    Memiliki tempat yang selalu membuatku ingin pulang.

    Terima kasih ibu
    Berkatmu aku memiliki nama
    Nama yang pendek
    Tapi indah bermakna.

    Terima kasih ibu
    Berkatmu aku hidup
    Bisa merasakan pahit manis hidup
    Mengenal bahagia dan merana
    Terima kasih untukmu wahai ibu.


    Jasamu Ibu
    puisi untuk ibu karya: Rayhandi


    Jasamu teramat besar untukku
    Engkau rela gantung nyawa saat mengeluarkanku
    Darah dan lelahmu menjadi saksi biru hebatnya cintamu.

    Sampai menjadi abu sekalipun
    Kutetap tiada bisa membayar lunas jasamu
    Engkau terlalu besar berkorban untukku.

    Wahai ibu maafkan aku
    Aku berbuat salah
    Aku menyakiti hatimu dengan tingkahku
    Aku minta maaf ibu.

    Engkau adalah segalanya untukku
    Gunung uang tidak akan bisa membelimu
    Tidak, tidak ada materi yang bisa menukarmu.

    Ibu jika nanti aku sukses
    Aku berjanji akan membahagiakanmu
    Tidak akan aku biarkan hidupmu merana
    Akan kujaga kau hingga ujung nyawaku.