SILAHKAN SCROLL KEBAWAH UNTUK MELIHAT YANG LAINNYA
--------------------------
Khilafku padamu Ibu-
Berbagai macam rasa kesalku hadir
karena larangan darimu
amarahku menggebu-gebu
dibuai bisikan-bisikan busuk yang ku izinkan masuk dalam otak
mendorong dan menaklukkan dinding emosiku
tidak kupandang wajahmu ketika itu...
aku lontarkan kata dan sumpah serapah
Aku tantang matamu yang sayu
menyalahkan dirimu...
Kau hanya diam dan terpaku Ibu..
sabar, walau hatimu perih
bagai diserang sejuta belati menusuk hati
sampai aku puas dan lelah.
Engkau hanya tersenyum lalu beranjak pergi
Ibu.... aku terhenyak dan sadar dari sikap busuk..
bahwa tiada pantas sedikit pun aku berbuat seperti itu.
Celakalah bagiku. Maafkan aku Ibu.. Marahi aku Ibu..
Aku mencintaimu Ibu...
----
--Terimakasih Ibu--
Ibu...
Kau sinari pagi aku dengan senyumanmu
Kau sinari siang aku dengan doamu
Kau sinari malam aku dengan pelukanmu
Kau sinari hidup aku dengan cintamu
Kadang aku merasa tak pantas untuk dapatkan ketulusanmu
Selalu kekesalan dan desahan amarahku...yang kau terima dariku
Tiada yang dapat aku berikan padamu ibuku...
Meski ku berikan cinta...dan kasihku untukmu
Tapi...itu semua tidaklah cukup untuk membalas kasih dan ketulusanmu padaku
Karena cinta...kasih...dan ketulusanmu
Bagai jalan yang tak berujung
Meski kau tiada lagi tampak
Kasihmu tiada pernah berakhir
Hingga akhir hayat hidupku
Terimakasih IBU aku mencintaimu selalu..
Jasa Tak Terlupkan
Ibu...
kau membingbingku selama satu tahun
kau begitu baik padakuwaluapun aku sukamarah-marah
Ibu....
kau begitu ceria dan rajin dari pada guru yang lain
ibu...
kau yang pintar,baik,ramah,cantik,dan sopan
Ibu...
kalau aku membuat salah tolong maafkan aku
karena aku cuma kesal karna aku selalu diejek
Ibu...
kalau aku lagi sedih kau menghibur aku
kalau aku lagi kesal kau menghiburku
Ibu...
terimakasih atas jasa-jasamu jika aku
masih sempat bertemu dengan ibu
aku sangat ingin memeluk ibu
TAK TERGANTI
Puisi Nurhalimah Lubis
Ketika kupandang lekat pada sudut matamu
Tersimpan derita yang begitu mendalam
Aku tahu disana banyak tersimpan air mata untuk kami anakmu
Air mata yang telah kami lakukan
Ibu
Kamu selalu berharap kami anakmu yang kan jadi nomor satu
Namun sering kali kami melawan dan melalaikan perintahmu
Kami selalu membuatmu bersedih
Mulai sekarang aku bertekad untuk menghapusair matamu...
dan menggantinya dengan canda dan tawa
Terima kasih Ibu
Kau takkan pernah tergantikan di dalam hati kami anakmu
Terima Kasih Ibu
puisi untuk ibu karya: Rayhandi
Terima kasih ibu
Berkatmu aku ada
Bisa melihat warna warna dunia
Bukan hitam putih.
Terima kasih ibu
Berkatmu aku menjadi jasad
Bisa berjalan kemana kaki ingin pergi
Hingga patah lelah.
Terima kasih ibu
Berkatmu aku besar
Dewasa dan bijak
Didikanmu sudah mengubahku.
Terima kasih ibu
Berkatmu aku memiliki keluarga
Memiliki ayah dan adik adik
Memiliki tempat yang selalu membuatku ingin pulang.
Terima kasih ibu
Berkatmu aku memiliki nama
Nama yang pendek
Tapi indah bermakna.
Terima kasih ibu
Berkatmu aku hidup
Bisa merasakan pahit manis hidup
Mengenal bahagia dan merana
Terima kasih untukmu wahai ibu.
Jasamu Ibu
puisi untuk ibu karya: Rayhandi
Jasamu teramat besar untukku
Engkau rela gantung nyawa saat mengeluarkanku
Darah dan lelahmu menjadi saksi biru hebatnya cintamu.
Sampai menjadi abu sekalipun
Kutetap tiada bisa membayar lunas jasamu
Engkau terlalu besar berkorban untukku.
Wahai ibu maafkan aku
Aku berbuat salah
Aku menyakiti hatimu dengan tingkahku
Aku minta maaf ibu.
Engkau adalah segalanya untukku
Gunung uang tidak akan bisa membelimu
Tidak, tidak ada materi yang bisa menukarmu.
Ibu jika nanti aku sukses
Aku berjanji akan membahagiakanmu
Tidak akan aku biarkan hidupmu merana
Akan kujaga kau hingga ujung nyawaku.