puisi tentang bunga

SILAHKAN SCROLL KEBAWAH UNTUK MELIHAT YANG LAINNYA

PUISI BUNGA MELATI


Bunga melati
Daunmu hijau bagai hutan belantara
Bungamu putih bagai mutiara suci
Kau teramat indah

Bunga melati
Akarmu kuat menjulang menembus tanah
Bukti bahwa kau tak lemah dan takmenyerah
Kau berjuang memekarkan putih sucimu

Bunga melati
Tumbuhlah subur dan makmur
Jangan seperti bangsa ini yang topeng
Yang penuh dengan kebohongan dan kepalsuan

Bunga melati
Tumbuhlah jujur dan sederhana
Jadilah melati yang putih tulus
Tidak perlu menjadi mawar untuk cantik

Bunga melati
Indah mahkotamu tiada tara
Bening bak susu pualam
Tanpa noda tanpa cacat

Bunga melati
Ketika malam membayang
Rayulah untuk menyinarimu
Hingga kecantikanmu tetap terpancar di sepi malam

Bunga melati
Jangan mudah mati
Jangan mudah menyerah
Jangan mudah kering menjadi tanah

Bunga melati
Saat mentari di sudut timur
Kumbang datang menari
Membaca mantra menumbu bulan

Bunga melati
Jadilah saksi ketika cinta di ikat
Dengan sumpah ini kuterkam teguh
Nikmatmu di dasar rusuk

Bunga melati
Aku ingin menjadi sepertimu
Suci tanpa dusta
Berani tanpa takut

Bunga melati
Kumohon padamu
Jadilah bunga yang indah dan cantik
Bahkan jika nanti mataku hitam menghilang.



PUISI BUNGA MAWAR MERAH


Bunga mawar
Durimu tajam menusuk darah
Batangmu kuat dengan duri
Bungamu indah bak bidari

Bunga mawar yang cantik nan indah
Setiap kelopakmu adalah harapan untuk kubang
Harapan untuk hari esok
Bahwa badai pasti akan berlalu

Bunga mawar yang indah
Merah putih kuning merah jambu
Berbagai macam warnamu
Menambah kecantikan di sudut runcing duri

Aku ingin menjadi sepertimu mawar
Bisa melindungi diri dan cantik
Hingga takkan ada yang menyakitiku
Hingga takkan ada yang mempermainkanku

Bunga mawar yang indah
Kubisik sebuah senja untuk kau labuh
Agar puisi yang kutulis tak sengsara di barat
Ingin kau tahu bahwa aku akan selalu menjadi tempat pulangmu

Bunga mawar
Harummu mengingatkanku
Pada seseorang yang sudah menjadi abu
Seseorang yang teramat berkarat di hati

Bunga mawar kugenggam
Hingga hati remuk merah
Hingga asa menikam dusta
Meninggal kenangan untuk kau simpan

Terkadang hati lelah untuk menangis
Berteriak hingga suara raib sudah
Menangis hingga airmata kering
Hanya menyisahkan lelah

Aku takkan lupa
Untuk setiap tangkai mawar merah yang kau beri
Karena di ujungnya kesetian ku ucap
Di setiap kelopaknya doaku berlabuh untukmu

Sekarang semuanya sudah hitam
Kau hilang dari hitam mata memandang
Hanya seikat mawar hitam yang bisa kuberi
Ketika senja berlabuh di tempat kita berada.