contoh puisi kontemporer

SILAHKAN SCROLL KEBAWAH UNTUK MELIHAT YANG LAINNYA

Pada Suatu Hari Nanti

Pada suatu hari nanti,
Jasadku tak akan ada lagi,
Tapi dalam bait-bait sajak ini,
Kau tak akan kurelakan sendiri.

Pada suatu hari nanti,
Suaraku tak terdengar lagi,
Tapi di antara larik-larik sajak ini.

Kau akan tetap kusiasati,
Pada suatu hari nanti,
Impianku pun tak dikenal lagi,
Namun di sela-sela huruf sajak ini,
Kau tak akan letih-letihnya kucari.

Karya : Supardi Djoko Damono




Para Peminum

di lereng lereng
para peminum mendaki gunung mabuk
kadang mereka terpeleset jatuh dan mendaki lagi
memetik bulan di puncak mereka oleng
tapi mereka bilang
kami takkan karam dalam lautan bulan

mereka nyanyi nyanyi jatuh dan mendaki lagi
di puncak gunung mabuk
mereke berhasil memetik bulan
mereka mneyimpan bulan dan bulan
menyimpan mereka
di puncak semuanya diam dan tersimpan



Insiden

Sebongkah batu kulempar untuk menyemangatimu,,
tapi apa yang ku dapat,,
hingga kaca pun pecah,,
dan ternyata itu kaca kantor,,
aku pun merugi karena mengganti,,




Aku Tiada

Musim panas,,
datang dan pergi,,
di negaraku ini,,
walau panas,,
jutaan orang masih berkeliaran,,

walau hujan,,
sekeliling mall tetap ramai,,
namun aku selalu ingin sendiri,,
aku hanya ingin pulang,,
ditempat yang nyaman,,

yang tidak ramai,,
yang sunyi,,
seperti dipantai,,
dengan ombak yang kecil,,
dengan pasir yang putih,,
aku terbang dan aku hilang




Ini Hidupku

Pernah kau merasa hancur?
pernah kau merasa canggung?
seolah kau tak ditempat seharusnya,,
dan tak ada yang memahamimu,,

tidak,,
kau tak tahu rasanya,,
saat semua tak beres,,
 kau tak pernah jadi diriku,,
dicampakan,,dibiarkan,,

kau benar-benar tak tahu rasanya,,
menjadi aku