puisi lucu

SILAHKAN SCROLL KEBAWAH UNTUK MELIHAT YANG LAINNYA

"Da Aku Mah Apa Atuuuuhh" 
 Semerbak terasa aroma bau baham kamu
Saat aku  mendekatimu dengan motor tuaku
Lalu kamu menyapaku dengan merdu
“Aa... Suku Aku Kageleleng”
Gejolak hasrat mengajakmu Menikah
Dengan maskawin seperangkat alat terbang
Tapi da aku mah apa atuh, meskipun beungeut hideung juga
Tapi pengen weeee ari membuat hidup kamu lebih berwarna mah
Da aku mah apa atuh
Meskipun jiwa dan raga ini kotor
Tapi pengen weeee ari memberikan cinta yang suci ke kamu mah
Da aku mah apa atuh
Meskipun bodo juga
Tapi pengen weeeee ari isi kepala Cuman kamu seorang mah
Da aku mah apa atuh
Meskipun masih motor nyicil juga
Tapi pengen weeeee ari maskawina di bayar kontan mah
Da aku mah apa atuh
Meskipun bau kelek juga
Tapi pengen weeee ari bikin kamu nyaman bersandar di bahu aku mah
Tapi belum apa-apa kamu menyudahi hubungan ini hanya samet dieu aja
Tapi keun da hirup aku mah memang perih
kaos kaki juga logor di karetan weee biar gak morosot ka handap
Keun da hirup aku mah perih
Pengen di bilang gaul pas beli baso juga bulangnya GWS bukan GPL
Keun da hirup mah perih
Nyapa kamu juga tara di waro
Tembus pandang meureun aku mah nya
Keun da hirup mah peurih
 pengen makan yang pedes-pedes juga aku mah lain ku sambel tapi sireum ateul we di tambulan
Keun da hiurup mah peurih
kadang di atas kadang di bawah kafang neukteuk kuku pondok teuing
Da aku mah apa atuh hirup uga perih
Kumaha weeee beuteung teu d bere dahar 8 dinten


Pertanda Cinta
Puisi Alifah Fatchurrochim
Terhenti seketika langkahku
Terpaku menatap indah bola matamu
Terdiam membisu
Keindahan merasuki kalbu
Paras tampanmu menusuk hati
Berkeliaran pada pikir ini
Detak jantung enggan berhenti
Semua tiba-tiba terjadi
Entah apa yang sedang ku rasa
Apakah ini pertanda cinta
Cinta pada pandangan pertama
Sungguh menggetarkan dada
Semakin lama semakin dalam rasa ini
Tak ada lagi basa-basi
Dan tak kan ada keraguan lagi
Akankah ini menjadi cinta yang abadi


******
Rayuanmu
Kekasihku,
Jika engkau bumi, akulah matahari
Aku menyinari kamu
Kamu mengharapkan aku
Ingatlah bahtera yang kita kayuh, begitu penuh riak gelombang
Aku tetap menyinari bumi, hingga kadang bumi pun silau
Lantas aku ingat satu hal
Bahwa Tuhan mencipta bukan hanya bumi, ada planet lain yang juga mengharap aku sinari
Jadi..
Relakanlah aku menyinari planet lain, menebar sinarku
Menyampaikan faedah adanya aku, karena sudah kodrati
dan Tuhan pun tak marah
Kekasihku,
Bila kau memang mentari, sang surya penebar cahaya
Aku rela kau berikan sinarmu kepada segala planet yang pernah TUHAN
ciptakan karna mereka juga seperti aku butuh penyinaran dan aku pun juga
Tak akan merasa kurang dengan pencahayaanmu
AKAN TETAPIIIIIIII..
Bila kau hanya sejengkal lilin yang berkekuatan 5 watt, jangan bermimpi menyinari planet lain!!!
Karena kamar kita yang kecil pun belum sanggup kau terangi
Bercerminlah pada kaca di sudut kamar kita, di tengah remang-remang
Pencahayaanmu yang telah aku mengerti untuk tetap menguak mata
Coba liat siapa dirimu MENTARI atau lilin ? PLIS DEH