SILAHKAN SCROLL KEBAWAH UNTUK MELIHAT YANG LAINNYA
"Da Aku Mah Apa Atuuuuhh"Semerbak terasa aroma bau baham kamuSaat aku mendekatimu dengan motor tuakuLalu kamu menyapaku dengan merdu“Aa... Suku Aku Kageleleng”Gejolak hasrat mengajakmu MenikahDengan maskawin seperangkat alat terbangTapi da aku mah apa atuh, meskipun beungeut hideung jugaTapi pengen weeee ari membuat hidup kamu lebih berwarna mahDa aku mah apa atuhMeskipun jiwa dan raga ini kotorTapi pengen weeee ari memberikan cinta yang suci ke kamu mahDa aku mah apa atuhMeskipun bodo jugaTapi pengen weeeee ari isi kepala Cuman kamu seorang mahDa aku mah apa atuhMeskipun masih motor nyicil jugaTapi pengen weeeee ari maskawina di bayar kontan mahDa aku mah apa atuhMeskipun bau kelek jugaTapi pengen weeee ari bikin kamu nyaman bersandar di bahu aku mahTapi belum apa-apa kamu menyudahi hubungan ini hanya samet dieu ajaTapi keun da hirup aku mah memang perihkaos kaki juga logor di karetan weee biar gak morosot ka handapKeun da hirup aku mah perihPengen di bilang gaul pas beli baso juga bulangnya GWS bukan GPLKeun da hirup mah perihNyapa kamu juga tara di waroTembus pandang meureun aku mah nyaKeun da hirup mah peurihpengen makan yang pedes-pedes juga aku mah lain ku sambel tapi sireum ateul we di tambulanKeun da hiurup mah peurihkadang di atas kadang di bawah kafang neukteuk kuku pondok teuingDa aku mah apa atuh hirup uga perihKumaha weeee beuteung teu d bere dahar 8 dinten
Pertanda Cinta
Puisi Alifah Fatchurrochim
Terhenti seketika langkahku
Terpaku menatap indah bola matamu
Terdiam membisu
Keindahan merasuki kalbu
Paras tampanmu menusuk hati
Berkeliaran pada pikir ini
Detak jantung enggan berhenti
Semua tiba-tiba terjadi
Entah apa yang sedang ku rasa
Apakah ini pertanda cinta
Cinta pada pandangan pertama
Sungguh menggetarkan dada
Semakin lama semakin dalam rasa ini
Tak ada lagi basa-basi
Dan tak kan ada keraguan lagi
Akankah ini menjadi cinta yang abadi
******
Rayuanmu
Kekasihku,
Jika engkau bumi, akulah matahari
Aku menyinari kamu
Kamu mengharapkan aku
Ingatlah bahtera yang kita kayuh, begitu penuh riak gelombang
Aku tetap menyinari bumi, hingga kadang bumi pun silau
Lantas aku ingat satu hal
Bahwa Tuhan mencipta bukan hanya bumi, ada planet lain yang juga mengharap aku sinari
Jadi..
Relakanlah aku menyinari planet lain, menebar sinarku
Menyampaikan faedah adanya aku, karena sudah kodrati
dan Tuhan pun tak marah
Kekasihku,
Bila kau memang mentari, sang surya penebar cahaya
Aku rela kau berikan sinarmu kepada segala planet yang pernah TUHAN
ciptakan karna mereka juga seperti aku butuh penyinaran dan aku pun juga
Tak akan merasa kurang dengan pencahayaanmu
AKAN TETAPIIIIIIII..
Bila kau hanya sejengkal lilin yang berkekuatan 5 watt, jangan bermimpi menyinari planet lain!!!
Karena kamar kita yang kecil pun belum sanggup kau terangi
Bercerminlah pada kaca di sudut kamar kita, di tengah remang-remang
Pencahayaanmu yang telah aku mengerti untuk tetap menguak mata
Coba liat siapa dirimu MENTARI atau lilin ? PLIS DEH